::..selamat datang di blog kecil ini, semoga setiap tulisan yang tersedia disini, bisa memberikan manfaat yang positif untuk kalian.. terimakasih atas kunjungannya..::


Tampilkan postingan dengan label Biografi / Kisah Penyair. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biografi / Kisah Penyair. Tampilkan semua postingan

8.29.2011

Biografi Syeikh Sa'adi ( Abu Muhammad Mushlihuddien bin Abdullaah Shirazy)

Share

Syekh Sa'adi (bahasa Persia: سعدی ) nama lengkapnya dalam Bahasa Indonesia : Abu Muhammad Mushlihuddin bin Abdullah Shirazy) (1184  - 1283/1291) adalah salah satu penyair Persia di Zaman Keemasan Islam. Ia juga turut terkenal dengan kedalaman ilmu pemikiran sosial.

BIOGRAFI

Dilahirkan di Shiraz, Persia, Syekh Sa'adi berhijrah ke Baghdad ketika berusia muda untuk mempelajari sastra Arab dan juga Iptek Islam di An-Nizhamiyyah, Baghdad (1195-1226).

Disebabkan ketidakstabilan keadaan pemerintahan Islam setelah penyerbuan bangsa Mongol, ia menjelajah ke Anatolia, Suriah, Mesir dan Irak. Dalam hasil tulisannya, ia turut menjelajah sejauh India dan Asia Tengah. Sa'adi ini bagaikan Marco Polo yang merantau ke negeri-negeri asing dari tahun 1271 hingga 1294. Perbedaan antara dua tokoh ini ialah Marco Polo menjelajah ke negeri-negeri kaya dan bergaul dengan bangsawan-bangsawan, sedangkan Sa'adi bergaul dengan orang yang selamat dari keganasan bangsa Mongol. Ia bertemu dan berbicara dengan pedagang, petani, pengkhotbah, pengelana, pencuri dan sufi. Sekurang-kurangnya 20 tahun ia melakukan perkara yang sama yaitu memberi khotbah, menasihati masyarakat, menuntut ilmu, dan memperbaiki khotbahnya supaya diisi ilmu-ilmu yang berguna.

Saat pulang ke tempat kelahirannya, Shiraz, ia telah tua. Kepulangan beliau dielu-elukan penduduk kota itu. Malahan, pemerintah wilayah Shiraz juga turut mengelu-elukan kepulangannya. Sebagai balasan terhadap budi baik pemerintah Shiraz, ia menggunakan nama pemerintah itu yaitu Sa'adi bin Zangi sebagai nama penanya. Sa'adi juga turut menulis beberapa puisi bagi menghargai layanan baik pemerintah Shiraz ini. Ia kemudian menghabiskan masa tua di kota ini.

HASIL PENULISAN

Tulisannya yang terkenal ialah Bostan (Kebun) dari tahun 1257, dan juga Gulistan (Taman Mawar Merah) pada tahun 1258. Kitab Bostan ini adalah kumpulan puisi-puisi dan juga cerita-cerita yang mengisahkan sifat-sifat yang harus ada pada setiap Muslim yaitu adil, rendah diri, murah hati dan tidak tamak.

Karya Golestan di dalamnya berbentuk prosa dan mengandung cerita dan persitiwa-persitiwa pribadi. Karya ini diselitkan dengan puisi-puisi pendek yang mengandung aforisme, nasihat dan juga lelucon. Sa'adi juga turut menggambarkan sifat manusia yang tidak mau munasabah.

* Untuk syair-syair beliau, masih dalam proses penterjemahan.

Biografi Muhammad Bin Musa Al-Khawarizmi

Share


Muhammad bin Mūsā al-Khawārizmī (Arab : محمد بن موسى الخوارزمي) adalah seorang ahli matematika, astronomi, astrologi, dan geografi  yang berasal dari Persia.
Beliau lahir sekitar tahun 780 di Khwārizm (sekarang Khiva, Uzbekistan) dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad. Hampir sepanjang hidupnya, ia bekerja sebagai dosen di Sekolah Kehormatan di Baghdad

Buku pertamanya, al-Jabar, adalah buku pertama yang membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Sehingga ia disebut sebagai Bapak Aljabar. Translasi bahasa Latin dari Aritmatika beliau, yang memperkenalkan angka India, kemudian diperkenalkan sebagai Sistem Penomoran Posisi Desimal di dunia Barat pada abad ke 12. Ia merevisi dan menyesuaikan Geografi Ptolemeus sebaik mengerjakan tulisan-tulisan tentang astronomi dan astrologi.

Kontribusi beliau tak hanya berdampak besar pada matematika, tapi juga dalam kebahasaan. Kata Aljabar berasal dari kata al-Jabr, satu dari dua operasi dalam matematika untuk menyelesaikan notasi kuadrat, yang tercantum dalam buku beliau. Kata logarisme dan logaritma diambil dari kata Algorismi, Latinisasi dari nama beliau. Nama beliau juga di serap dalam bahasa Spanyol Guarismo dan dalam bahasa Portugis, Algarismo yang berarti digit.

BIOGRAFI

Sedikit yang dapat diketahui dari hidup beliau, bahkan lokasi tempat lahirnya sekalipun. Nama beliau mungkin berasal dari Khwarizm (Khiva) yang berada di Provinsi Khurasan pada masa kekuasaan Bani Abbasiyah (sekarang Xorazm, salah satu provinsi Uzbekistan).
Gelar beliau adalah Abū ‘Abdu llāh (Arab : أبو عبد الله ) atau Abū Ja’far.

Sejarawan al-Tabari menamakan beliau Muhammad bin Musa al-Khwārizmī al-Majousi al-Katarbali (Arab: محمد بن موسى الخوارزميّ المجوسيّ القطربّليّ). Sebutan al-Qutrubbulli mengindikasikan beliau berasal dari Qutrubbull, kota kecil dekat Baghdad.

Tentang agama al-Khawārizmī', Toomer menulis:
“Sebutan lain untuk beliau diberikan oleh Al-Tabari, "al-Majusi (penyembah api)," ini mengindikasikan ia adalah pengikut Zoroaster.Ini mungkin terjadi pada orang yang berasal dari Iran.
Tetapi, kemudian buku Al-Jabar beliau, menunujukkan bahwa beliau adalah seorang Muslim Ortodok,
jadi sebutan Al-Tabari ditujukan pada saat ia muda, ia beragama Majusi.     ”

Dalam Kitab al-Fihrist Ibnu al-Nadim, kita temukan sejarah singkat beliau, bersama dengan karya-karya tulis beliau. Al-Khawarizmi menekuni hampir seluruh pekerjaannya antara 813-833. setelah Islam masuk ke Persia, Baghdad menjadi pusat ilmu dan perdagangan, dan banyak pedagang dan ilmuwan dari Cina dan India berkelana ke kota ini, yang juga dilakukan beliau. Dia bekerja di Baghdad pada Sekolah Kehormatan yang didirikan oleh Khalifah Bani Abbasiyah Al-Ma'mun, tempat ia belajar ilmu alam dan matematika, termasuk mempelajari terjemahan manuskrip Sanskerta dan Yunani.

KARYA

Karya terbesar beliau dalam matematika, astronomi, astrologi, geografi, kartografi, sebagai fondasi dan kemudian lebih inovatif dalam aljabar, trigonometri, dan pada bidang lain yang beliau tekuni. Pendekatan logika dan sistematis beliau dalam penyelesaian linear dan notasi kuadrat memberikan keakuratan dalam disiplin aljabar, nama yang diambil dari nama salah satu buku beliau pada tahun 830 M, al-Kitab al-mukhtasar fi hisab al-jabr wa'l-muqabala (Arab :  الكتاب المختصر في حساب الجبر والمقابلة ) atau: "Buku Rangkuman untuk Kalkulasi dengan Melengkapakan dan Menyeimbangkan”, buku pertama beliau yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad ke-12.

Pada buku beliau, Kalkulasi dengan angka Hindu, yang ditulis tahun 825, memprinsipkan kemampuan difusi angka India ke dalam perangkaan timur tengah dan kemudian Eropa. Buku beliau diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, Algoritmi de numero Indorum, menunjukkan kata algoritmi menjadi bahasa Latin.

Beberapa kontribusi beliau berdasar pada Astronomi Persia dan Babilonia, angka India, dan sumber-sumber Yunani.

Sistemasi dan koreksi beliau terhadap data Ptolemeus pada geografi adalah sebuah penghargaan untuk Afrika dan Timur –Tengah. Buku besar beliau yang lain, Kitab surat al-ard ("Pemandangan Bumi";diterjemahkan oleh Geography), yang memperlihatkan koordinat dan lokasi dasar yang diketahui dunia, dengan berani mengevaluasi nilai panjang dari Laut Mediterania dan lokasi kota-kota di Asia dan Afrika yang sebelumnya diberikan oleh Ptolemeus.

Ia kemudian mengepalai konstruksi peta dunia untuk Khalifah Al-Ma’mun dan berpartisipasi dalam proyek menentukan tata letak di Bumi, bersama dengan 70 ahli geografi lain untuk membuat peta yang kemudian disebut “ketahuilah dunia”. Ketika hasil kerjanya disalin dan ditransfer ke Eropa dan Bahasa Latin, menimbulkan dampak yang hebat pada kemajuan matematika dasar di Eropa. Ia juga menulis tentang astrolab dan sundial.

Buku 1 - Aljabar

Sebuah halaman dari Aljabar al-Khwārizmī

al-Kitāb al-mukhtaṣar fī ḥisāb al-jabr wa-l-muqābala (Arab: الكتاب المختصر في حساب الجبر والمقابلة Buku Rangkuman Kalkulasi dengan Melengkapkan dan Menyeimbangkan) adalah buku matematika yang ditulis tahun 830.

Buku tersebut merangkum definisi aljabar. Buku ini diterjemahkan ke dalam Bahasa Latin berjudul Liber algebrae et almucabala oleh Robert of Chester (Segovia, 1145) dan juga oleh Gerard of Cremona.

Metode beliau dalam menyelesaikan linear dan notasi kuadrat dilakukan dengan meredusi notasi ke dalam 6 bentuk standar (dimana b dan c adalah angka positif)

    * Angka ekual kuadrat (ax2 = c)
    * Angka ekual akar (bx = c)
    * Kuadrat dan akar ekual (ax2 + bx = c)
    * Kuadrat dan angka akar ekual (ax2 + c = bx)
    * Akar dan angka kuadrat ekual (bx + c = ax2)
    * Kuadrat ekual akar (ax2 = bx)

Dengan membagi koefisien dari kuadrat dan menggunakan dua operasi aljabar (Arab: الجبر penyimpanan atau melengkapkan) dan al-muqābala (menyeimbangkan). Aljabar adalah proses memindahkan unit negatif, akar dan kuadrat dari notasi dengan menggunakan nilai yang sama di kedua sisi. Contohnya, x2 = 40x - 4x2 disederhanakan menjadi 5x2 = 40x. Al-muqābala adalah proses memberikan kuantitas dari tipe yang sama ke sisi notasi. Contohnya, x2 + 14 = x + 5 disederhanakan ke x2 + 9 = x.

Beberapa pengarang telah menerbitkan tulisan dengan nama Kitab al-gabr wa-l-muqabala, termasuk Abu Hanifa al-Dinawari, Abu Kamil (Rasala fi al-Gabr wa-al-muqabala), Abu Muhammad al-'Adli, Abu Yusuf al-Missisi, Ibnu Turk, Sind bin 'Ali, Sahl bin Bisrr, dan Sarafuddin Al-Tusi.

Buku 2 Dixit Algoritma.

Buku kedua besar beliau adalah tentang aritmatika, yang bertahan dalam Bahasa Latin, tapi hilang dari Bahasa Arab yang aslinya. Translasi dilakukan pada abad ke-12 oleh Adelard of Bath, yang juga menerjemahkan tabel astronomi pada 1126.

Pada manuskrip Latin,biasanya tak bernama,tetapi umumnya dimulai dengan kata: Dixit algorizmi ("Seperti kata al-Khawārizmī"), atau Algoritmi de numero Indorum ("al-Kahwārizmī pada angka kesenian Hindu"), sebuah nama baru di berikan pada hasil kerja beliau oleh Baldassarre Boncompagni pada 1857. Kitab aslinya mungkin bernama Kitāb al-Jam’a wa-l-tafrīq bi-ḥisāb al-Hind ("Buku Penjumlahan dan Pengurangan berdasarkan Kalkulasi Hindu").

Buku 3 - Rekontruksi Planetarium

Peta abad ke-15 berdasarkan Ptolemeus sebagai perbandingan.
Buku ketiga beliau yang terkenal adalah Kitāb ṣūrat al-Arḍ (Bhs.Arab: كتاب صورة الأرض "Buku Pemandangan Dunia" atau "Kenampakan Bumi" diterjemahkan oleh Geography), yang selesai pada 833 adalah revisi dan penyempurnaan Geografi Ptolemeus, terdiri dari daftar 2402 koordinat dari kota-kota dan tempat geografis lainnya mengikuti perkembangan umum.

Hanya ada satu kopi dari Kitāb ṣūrat al-Arḍ, yang tersimpan di Perpustakaan Universitas Strasbourg. Terjemahan Latinnya tersimpan di Biblioteca Nacional de España di Madrid. Judul lengkap buku beliau adalah Buku Pendekatan Tentang Dunia, dengan Kota-Kota, Gunung, Laut, Semua Pulau dan Sungai, ditulis oleh Abu Ja’far Muhammad bin Musa al-Khawarizmi berdasarkan pendalaman geografis yamg ditulis oleh Ptolemeus dan Claudius.

Buku ini dimulai dengan daftar bujur dan lintang, termasuk “Zona Cuaca”, yang menulis pengaruh lintang dan bujur terhadap cuaca. Oleh Paul Gallez, dikatakan bahwa ini sanagat bermanfaat untuk menentukan posisi kita dalam kondisi yang buruk untuk membuat pendekatan praktis. Baik dalam salinan Arab maupun Latin, tak ada yang tertinggal dari buku ini. Oleh karena itu, Hubert Daunicht merekonstruksi kembali peta tersebut dari daftar koordinat. Ia berusaha mencari pendekatan yang mirip dengan peta tersebut.

Buku 4 - Astronomi

Kampus Corpus Christi MS 283
Buku Zij Al-Sindhind (Arab: زيج "tabel astronomi”) adalah karya yang terdiri dari 37 simbol pada kalkulasi kalender astronomi dan 116 tabel dengan kalenderial, astronomial dan data astrologial sebaik data yang diakui sekarang.

Versi aslinya dalam Bahasa Arab (ditulis 820) hilang, tapi versi lain oleh astronomer Spanyol Maslama al-Majriti (1000) tetap bertahan dalam bahasa Latin, yang diterjemahkan oleh Adelard of Bath (26 Januari 1126). Empat manuskrip lainnya dalam bahasa Latin tetap ada di Bibliothèque publique (Chartres), the Bibliothèque Mazarine (Paris), the Bibliotheca Nacional (Madrid) dan the Bodleian Library (Oxford).


Buku 5 - Kalender Yahudi

Al-Khawārizmī juga menulis tentang Penanggalan Yahudi (Risāla fi istikhrāj taʾrīkh al-yahūd "Petunjuk Penanggalan Yahudi"). Yang menerangkan 19-tahun siklus interkalasi, hukum yang mengatur pada hari apa dari suatu minggu bulan Tishrī dimulai; memperhitungkan interval antara Era Yahudi(penciptaan Adam) dan era Seleucid ; dan memberikan hukum tentang bujur matahari dan bulan menggunakan Kalender Yahudi. Sama dengan yang ditemukan oleh al-Bīrūnī dan Maimonides.

Karya lainnya

Beberapa manuskrip Arab di Berlin, Istanbul, Tashkent, Kairo dan Paris berisi pendekatan material yang berkemungkinan berasal dari al-Khawarizmī. Manuskrip di Istanbul berisi tentang sundial, yang disebut dalam Fihirst. Karya lain, seperti determinasi arah Mekkah adalah salah satu astronomi sferik.

Dua karya berisi tentang pagi (Ma’rifat sa’at al-mashriq fī kull balad) dan determinasi azimut dari tinggi (Ma’rifat al-samt min qibal al-irtifā’).

Beliau juga menulis 2 buku tentang penggunaan dan perakitan astrolab. Ibnu al-Nadim dalam Kitab al-Fihrist (sebuah indeks dari bahasa Arab) juga menyebutkan Kitāb ar-Ruḵāma(t) (buku sundial) dan Kitab al-Tarikh (buku sejarah) tapi 2 yang terakhir disebut telah hilang.


Referensi : wikipedia Indonesia dan berbagai sumber yang dikumpulkan oleh : Muhammad Badr Zain El-Faaiz

8.27.2011

Biografi Penyair Mujahid Islam Hasan Ibn Tsabit

Share

 
Islam dan sastra di setiap zaman selalu memiliki hubungan unik. Di satu sisi, kesusastraan Islam berfungsi sebagai salah satu alat dakwah bahkan sebagai alat jihad. Di sisi lain, sastra dapat menjadi musuh Islam ketika karya sastra muncul sebagai penghujat dan penghina Islam. Di zaman Rasulullah Saw, syair tak saja memiliki fungsi sebagai karya sastra tetapi juga sebagai pembela dan pengobar semangat. Sudah menjadi tradisi bangsa Arab zaman dahulu untuk memiliki seorang penyair hebat. Para penyair menjadi lidah suatu kabilah, syair-syair yang dilantunkannya memberi pembelaan terhadap serangan kabilah yang lain yang menghina dan mencela kabilahnya. Bahkan dinding ka'bah menjadi saksi ratusan syair-syair yang ditempelkan oleh berbagai suku di tanah Arab. Dalam waktu tertentu, ribuan orang berdatangan untuk membaca syair-syair di dinding ka'bah. Tradisi kesusastraan Islam yang diawali oleh kebiasaan bangsa Arab dapat menjadi penangkal klaim budaya oleh bangsa maupun agama lain.

Hasan bin Tsabit adalah salah seorang sahabat Rasulullah, Saw.
Dalam sejarah, Hasan bin Tsabit tidak terlibat di medan perang, tapi 'hanya' berjihad dengan lisan dan tulisan. Nabi ridha kepadanya dan malaikat jibril mendukungnya. Syair-syair Hasan bin Tsabit membangkitkan semangat juang para mujahid. Rasulullah saw menempatkan beliau sesuai kapasitas dan potensinya. Sangat luar biasa .
Syair-syair yang ditulis Hasan itu termasuk bagian dari jihadnya, yang boleh jadi bisa dikatakan sebagai sarana jihad.
Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa yang mempersiapkan kendaraan orang untuk berperang, berarti ia telah berparang." (HR.Bukhari dan Muslim).

Rasulullah mengangkat Hasan bin Tsabit secara resmi sebagai penyair islam.
Hasan bin Tsabit sangat dibanggakan oleh Rasulullah karena syair-syair yang diciptakannya mampu menangkis hinaan dan celaan orang-orang Quraisy. Ketika orang-orang Quraisy melantunkan syair yang bernada penghinaan kepada Rasulullah maka Hasan bin Tsabit tampil membuat syair balasan. Bagaikan tombak yang merobek jantung, syair Hasan bin Tsabit membuat orang-orang Quraisy terdiam membisu karena tak sanggup membuat syair tandingannya. Ketika Rasulullah dihina, Hasan bin Tsabit mengatakan:
Kamu menghina Muhammad maka aku membelanya
Dan di sisi Allah-lah balasan dari semua itu
Kamu menghina Muhammad yang baik lagi bertakwa
Seorang utusan Allah yang selalu menepati janji
Sesungguhnya bapakku, ibuku, dan kehormatanku
Adalah pelindung bagi kehormatan Muhammad dari kalian

Selain Hasan bin Tsabit juga dikenal penyair Islam lainnya seperti Ka'ab bin Malik dan Ka'ab bin Zuhair yang syair-syairnya juga membela dan memuji Rasulullah. Ka'ab bin Malik terkenal dengan kejujurannya dan rasa penyesalan yang sangat atas kelalaiannya tidak mengikuti perang Tabuk karena lebih mementingkan dunia. Sedangkan Ka'ab bin Zuhair terkenal dengan syair puji-pujian dan salah satu syairnya berjudul Burdah menjadi nama syair pujian kepada Rasulullah Saw sampai sekarang. 
Penyair lainnya seperti Abdullah Ibnu Rawahah, panglima perang pasukan Islam yang juga seorang penyair. Saat pasukan Islam meninggalkan Madinah untuk berperang, ia berdiri tegak dan mengucap syairnya:


Yang kupinta kepada Allah Yang Maha Rahman,
Keampunan dan kemenangan di medan perang,
Dan setiap ayunan pedangku memberi ketentuan,
Bertekuk lututnya angkatan perang syetan,
Akhirnya aku tersungkur memenuhi harapan,
Mati syahid di medan perang!

referensi:Wikipedia Bahasa Indonesia

8.25.2011

Biografi Jalaludin Rumi

Share
Bagi sebagian kalangan khususnya pecinta syair, pecinta sastra dan kalangan sejarawan islam. Nama Jallaludin rumi’ pasti tidak asing lagi. Beliau adalah ulama’ besar, sufi dan juga seorang penyair. Bersama Syaikh Hisamuddin pula, Rumi mengembangkan Thariqat Maulawiyah atau Jalaliyah. Thariqat ini di Barat dikenal dengan nama The Whirling Dervishes (para Darwisy yang berputar-putar). Nama itu muncul karena para penganut thariqat ini melakukan tarian berputar-putar, yang diiringi oleh gendang dan suling, dalam dzikir mereka untuk mencapai ekstase. Atau yang sering kita sebut sebagai tarian Darwish. Selama 15 tahun terakhir masa hidupnya beliau berhasil menghasilkan himpunan syair yang besar dan mengagumkan yang diberi nama Masnawi. Buku ini terdiri dari enam jilid dan berisi 20.700 bait syair.

Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri (Jalaluddin Rumi) atau sering pula disebut dengan nama Rumi adalah seorang penyair sufi yang lahir di Balkh (sekarang Afganistan) pada tanggal 6 Rabiul Awwal tahun 604 Hijriah, atau tanggal 30 September 1207 Masehi. Ayahnya masih keturunan Abu Bakar, bernama Bahauddin Walad. Sedang ibunya berasal dari keluarga kerajaan Khwarazm. Ayah Rumi seorang cendekia yang saleh, mistikus yang berpandangan ke depan, seorang guru yang terkenal di Balkh. Saat Rumi berusia 3 tahun karena adanya bentrok di kerajaan maka keluarganya meninggalkan Balkh menuju Khorasan. Dari sana Rumi dibawa pindah ke Nishapur, tempat kelahiran penyair dan alhi matematika Omar Khayyam. Di kota ini Rumi bertemu dengan Attar yang meramalkan si bocah pengungsi ini kelak akan masyhur yang akan menyalakan api gairah Ketuhanan.

Kumpulan puisi Rumi yang terkenal bernama al-Matsnawi al-Maknawi konon adalah sebuah revolusi terhadap Ilmu Kalam yang kehilangan semangat dan kekuatannya. Isinya juga mengeritik langkah dan arahan filsafat yang cenderung melampaui batas, mengebiri perasaan dan mengkultuskan rasio.

Diakui, bahwa puisi Rumi memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan para sufi penyair lainnya. Melalui puisi-puisinya Rumi menyampaikan bahwa pemahaman atas dunia hanya mungkin didapat lewat cinta, bukan semata-mata lewat kerja fisik. Dalam puisinya Rumi juga menyampaikan bahwa Tuhan, sebagai satu-satunya tujuan, tidak ada yang menyamai.

Ciri khas lain yang membedakan puisi Rumi dengan karya sufi penyair lain adalah seringnya ia memulai puisinya dengan menggunakan kisah-kisah. Tapi hal ini bukan dimaksud ia ingin menulis puisi naratif. Kisah-kisah ini digunakan sebagai alat pernyataan pikiran dan ide.

Banyak dijumpai berbagai kisah dalam satu puisi Rumi yang tampaknya berlainan namun nyatanya memiliki kesejajaran makna simbolik. Beberapa tokoh sejarah yang ia tampilkan bukan dalam maksud kesejarahan, namun ia menampilkannya sebagai imaji-imaji simbolik. Tokoh-tokoh semisal Yusuf, Musa, Yakub, Isa dan lain-lain ia tampilkan sebagai lambang dari keindahan jiwa yang mencapai ma'rifat. Dan memang tokoh-tokoh tersebut terkenal sebagai pribadi yang diliputi oleh cinta Ilahi.

Tak ada makhluk hidup didunia ini yang kekal, dan semuanya pasti akan kembali kepada-Nya. Pada tanggal 5 Jumadil Akhir 672 H atau 17 Desember 1273 dalam usia 68 tahun Rumi dipanggil ke Rahmatullah. Tatkala jenazahnya hendak diberangkatkan, penduduk setempat berdesak-desakan ingin mengantarkan kepulangannya. Malam wafatnya beliau dikenal sebagai Sebul Arus (Malam Penyatuan). Sampai sekarang para pengikut Thariqat Maulawiyah masih memperingati tanggal itu sebagai hari wafatnya beliau.

TULISAN DI BATU NISAN JALALUDDIN AR-RUMI
Ketika kita mati, jangan cari pusara kita di bumi, tetapi carilah di hati manusia.


Salah satu Syair Jalalludin Rumi :

Mana yang lebih berharga
Kerumunan beribu orang atau kesendirian sejatimu?
Kebebasan atau kuasa atas seluruh negeri?
Sejenak, sendiri dalam bilikmu akan terbukti lebih berharga daripada segala hal lain yang mungkin kau terima

Oh Tuhan
Telah kutemukan cinta!
Betapa menakjubkan, betapa hebat, betapa indahnya!...
Kuhaturkan puja-puji
Bagi gairah yang bangkit
Dan menghiasi alam semesta ini
Maupun segala yang ada di dalamnya!

Ketika engkau merasa bergairah
Cari tahu sebabnya
Itulah tamu yang tak kan pernah kau salami dua kali

Adakalanya dengan tujuan menolong
Dia membuat kita sengsara
Tapi kepiluan hati
demi Dia
Membawa kebahagiaan
Senyum akan datang,
Sesudah air mata
Siapapun yang meramalkan ini adalah hamba yang diberkati Tuhan
Dimana pun air mengalir, hidup akan makmur
Dimana pun air mata berderai, Rahmat Ilahi diperlihatkan

Pilihlah cinta.
Ya, cinta!
Tanpa manisnya cinta,
Hidup ini adalah beban
Tentu engkau telah merasakannya

Hati yang kacau
Tak dapatkan kesenangan hidup
Dalam kebohongan.
Air dan minyak
Tak dapat menyalakan cahaya.
Hanya perkataan yang benar membawa kesenangan hidup
Kebenaran adalah umpan yang sangat memikat hati

Pergilah ke pangkuan Tuhan,
Dan Tuhan akan memelukmu dan menciummu, dan menunjukkan
Bahwa Ia tidak akan membiarkanmu lari dari Nya
Ia akan menyimpan hatimu dalam hati Nya
Siang dan malam

Kesabaranku mati pada malam ketika Cinta lahir!

Dari anggur cinta, Tuhan menciptaku!

Barang siapa menjadi mangsa cinta, mana mungkin dia menjadi mangsa Sang Maut?

Hari perpisahan lebih panjang daripada Hari kebangkitan
Dan maut lebih cantik daripada derita perpisahan

Aku boleh mati, tetapi gairahku kepada Mu tak kan pernah mati

Telah kupalingkan hatiku dari dunia dan segala kesenangannya
Kau dan hatiku bukanlah dua wujud yang berpisah
Dan tak pernah kelopak mataku menutup di dalam lelap
Kecuali kutemukan Kau antara mata dan bulu mataku

Mereka tahu pasti bahwa aku sedang jatuh cinta
Tetapi mereka tak tahu siapa yang kucintai

Hatiku mencintaimu sepanjang hidupku, dan ketika aku mati
Maka tulang-tulangku, kendati hancur, mencintai Mu dalam debu

Hari ini aku lupa sembahyang karena cintaku yang meluap-luap
Dan aku tak tahu lagi pagi atau malamkah sekarang
Karena ingatan pada Mu , wahai Tuhan, adalah makanan dan minumanku
Dan wajah Mu, saat aku melihat Nya, adalah obat penderitaanku

Aku adalah Dia yang kucintai dan
Dia yang kucintai adalah aku.


Referensi dari http://info-biografi.blogspot.com/2010/02/biografi-jallaludin-rumi.html

8.24.2011

Biografi Ellang Tresnani (The Eagle of Love)

Share
LATAR BELAKANG

Muhammad Badr Zain Al-Faaiz


Nama aslinya adalah Muhammad Badr Zain Al-Faaiz.
Ia dilahirkan di daerah terpencil di selatan kota Garut, Jawa Barat - Indonesia pada 07 Jully 1987.
Ia dilahirkan dari keluarga yang sederhana, bahkan bisa dikatakan serba kekurangan dari segi kehidupan finansialnya.
Orang tuanya bercerai sejak usianya 1 tahun, ayahnya meninggalkan ia dan ibunya dengan tidak meninggalkan harta sepeser pun. Alhasil, ibunya berjuang keras untuk menghidupinya dan perjuangan ibunya itu merupakan inspirasi buat perjalanan hidupnya kelak.

Sejak perceraan kedua orang tuanya, ia dibesarkan dan di didik oleh kakek dan neneknya dengan didikan yang tegas dan keras.
pernah suatu ketika ia tidak mendirikan shalat dluhur, dan tidak belajar ngaji ia dihukum oleh kakek dan pamannya dengan hukuman tidak diberi makan dan dicambuk dengan rotan, padahal usianya waktu itu masih 7 tahun.
Kakek dan pamannya itu bertujuan menanamkan sifat agar kelak Ia menjadi anak yang ta'at dalam menjalankan ajaran agama, dan menanamkan bahwa setiap pelanggaran itu pasti akan mendapatkan sanksi tegas.

Beranjak remaja, Ia menjalani kehidupan dengan beraneka ragam warna, Ia pernah terjerumus dalam gelapnya kehidupan.
misalnya ia pernah mendekam di penjara Rutan Kebon Waru Bandung, saat usianya masih 14 tahun.
dengan dakwaan sebagai otak demo anarkis gara-gara adanya praktek kristenisasi.
Ia pun pernah menjadi budak nafsu angkara, diantaranya : mencuri, mabuk-mabukan, bahkan menjadi pecandu narkoba.
Akibatnya, ia dibenci dan dikucilkan oleh masyarakat sekitarnya yang dikenal kental dengan kehidupan religius di kampung halamannya, bahkan keluarganya pun sangat kecewa padanya.
Padahal ia terkenal anak yang pandai secara akademisi di sekolah, dan di madrasah tempatnya belajar agama.

Di sekolahnya, ia selalu mendapatkan peringkat 1, dan menjadi idola setiap orang tua kala itu.
Tetapi kehidupan selanjutnya berkata lain, ia malah tumbuh menjadi sosok remaja yang nakal, arogan, dan keras kepala.

Akan tetapi, sebagaimana pepatah mengatakan : "roda itu akan selalu berputar, tidak akan selamanya diatas atau dibawah" suatu saat kehidupan pasti berubah karena sifat dari makhluk itu berubah-rubah, alias tidak ada yang tetap dalam satu tempat dan kesempatan.
Hal ini pun terjadi pada kehidupan dirinya. Berkat hidayah Allah, ia menemukan seberkas sinar cerah dalam hidupnya.
Ia berniat untuk memperbaiki dirinya dengan alasan yang ia ungkapkan dalam syair pendeknya :
"saat ini, aku hidup dalam gelap,
tapi aku tidak takut dan tidak malu hidup dalam kegelapan,
karena esok mentari pasti kembali,
bersinar menerangi derap langkahku."
Melalui syair pendek ini, ia seolah ingin mengatakan bahwa : ia tidak ditakdirkan untuk menjadi sosok manusia yang membangkang pada Allah.

dengan tekad yang bulat, ia meninggalkan dunianya (saat itu, ia menjadi DJ di Bali).
dan pergi melakukan ziarah / silaturahmi kepada para Ulama, memohon do'a dan pembelajaran tentang agama.
Ia pun sempat bermukim belajar agama di madrasah (Pondok Pesantren), diantaranya : Ma'had Abu Bakar As-Shidiq Surabaya, Ma'had Minhaj As-Sunnah Magelang, Pondok Pesantren Az-Zuhry Semarang, Pondok Pesantren Miftahul-Huda Manonjaya Tasikmalaya, Nurul 'Arief Salam Tasikmalaya, dan Ma'had Al-Madienah Bandung, serta berguru secara interaktif kepada para Ulama di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Berbekal latar belakang pendidikan agama dari  madzhab yang berbeda (Imam Syafi'i, Hanbali, Maliki, dan Hanafi), mempengaruhi pola fikirnya tentang agama Islam, hal itu lebih kepada toleransi pengamalan agama yang kerap menjadi khilfiyyah (perselisihan) yang terkadang menjadi pemicu perpecahan di kalangan umat.
walaupun secara pribadi ia adalah penganut madzhab Imam Syafi'i.

MENULIS ADALAH HOBBY / KEGEMARAN.


Menulis adalah hobby-nya sejak kecil semenjak usianya 10 tahun, papun pengalamannya pasti ia tuangkan dalam buku.
Pemuda yang TIDAK SUKA MEMAKAI CELANA PANJANG DAN KEMEJA LENGAN PANJANG ini, selalu membawa buku + pena kemanapun ia pergi.
Ia menulis apapun yang ia lihat dan ia rasakan, bahkan obrolan bersama temannya pun bisa menjadi inspirasi buatnya menulis.
diantaranya ia suka menulis puisi-puisi bertema cinta : kepada lawan jenis, kepada Allah, dan menterjemahkan sendiri syair-syair sufi, Artikel seputar Islam, kisah para Sufi, dll.

PUISI-PUISI ELANG TRESNANI

diantara puisi-puisi yang ia tulis dan sudah di posting di blog ini (sampai tanggal 25 Agustus jam 01.00 am) adalah sebagai berikut :
  1. Memikirkanmu
  2. Cintaku akan terus tumbuh untukmu
  3. Jutaan kali aku melihatmu
  4. Bisikan Angin Malam
  5. Rindu
  6. Malaikat di rembulan malam
  7. Hanya Engkau Yaa Allah
  8. Elang Tresnani
  9. Sebuah Puisi Tentang Islam
  10. Pelukan Hangat
  11. Cinta Sejati
  12. Dalam hati, pikir, dan jiwaku
  13. Selamat Ulang Tahun
  14. Rembulan malam
  15. Berharap kau ada disini
  16. Berharap mimpi termanis malam ini
  17. Aku merindukanmu, Ibu
  18. Menyukaimu
  19. Keinginanku
  20. Memimpikanmu
  21. Kepercayaan
  22. Hanya Bisikan
  23. Kebohonganku
  24. Tiada Kata
 dan masih banyak lagi puisi-puisi dan syair-syair para sufi yang belum di posting di blog ini.

Itulah sedikit tentang perjalanan kehidupan seorang manusia lemah, naif, dan hina yang sedang berusaha meraih mimpi untuk menjadi manusia sejati sebagaimana yang telah digariskan oleh Allah Subhaanahu wa ta'aalaa.
semoga kisah ini bisa bermanfaat untuk pemilik kisah nyata ini, dan untuk para pembaca yang berkunjung ke blog ini.
Yang harus di ingat adalah :
"perjalanan awal kehidupan bukanlah penilaian utama,
karena yang menentukan adalah akhir dari sebuah kehidupan.
bagaimana kita bisa mengakhiri kehidupan kita
dengan sesuatu kebaikan (Husnul-Khotimah)".

Dan untuk mengenal lebih jauh secara pribadi pemilik kisah ini, silakan add akun facebook-nya yang bernama : Mas Elang Tresnani, atau akun-nya Muhammad Badr Zain Al-Faaiz.

"Allaahumma Tsabbit quluubanaa 'alaa dienika
wa 'alaa thoo'atika bi rohmatka yaa arhama-ar-raahimien".
"Yaa Allah, tetapkan dan teguhkanlah kami pada agama-Mu,
dan pada kepatuhan kepada-Mu dengan rahmat-Mu wahai Maha Menyayangi".
aamien.



8.10.2011

Share

Moulana Shah Maghsoud

(1914 - 1980)




Hazrat Moulana Shah Maghsoud Sadegh Angha
adalah seorang ilmuwan, filsuf, penyair, dan salah seorang guru sufi terkenal abad ke-20.


Ia lahir di Teheran, Iran pada 1916. Ayahnya bernama Mazrat Mir Ghotbeddin Mohammad, juga seorang sarjana sufi dan sangat dihormati.


Buku pertama dari puisi Maghsoud diterbitkan ketika dia baru berusia empat belas tahun.


Beliau mempelajari spiritualitas di bawah bimbingan ayahnya, sementara pengejaran akademis menyebabkan dia untuk belajar di Universitas Teheran.


Dia menulis:


"Saya lulus dari sekolah dan muncul dengan tubuh adat pendidikan, tetapi pendidikan itu tidak membuat saya berpengetahuan. Bahkan kemudian, saya mengerti bahwa kata-kata tidak bisa mentransfer esensi dari makna mereka dari satu orang ke orang lain, dan bahwa memori penyimpanan manusia bukan perpustakaan pengetahuan, meskipun aku telah belajar banyak perkataan, ide, dan keyakinan orang-orang hebat sepanjang masa, mereka tidak menambah pengetahuan saya, tetapi hanya kutipan, dan narasi semata. "


Bahkan beliau mengakui keterbatasan pendidikan eksternal, beliau menunjukkan dirinya seorang mahasiswa berbakat dan juga guru yang bijaksana.


Ia sering mengutip ayat Quran yang mengatakan, "Jangan ikuti apa pun yang Anda tidak memiliki pengetahuan tentangnya,"


Pada 1960-an dan 70-an, ia mengawasi pembangunan Abaad sufi, sebuah kompleks bangunan yang mencakup sebuah museum, perpustakaan, dan observatorium. Bahan yang digunakan untuk membuat bangunan ini - ubin, cermin, pintu ukiran tangan dan jendela - semua diciptakan oleh seniman Iran.


Tulisan Maulana Shah Maghsoud berkisar antara puisi dan risalah tentang Islam dengan filsafat, ilmu pengetahuan, dan ilmu kedokteran.
Putrinya, Seyedeh Dr Nahid Angha, telah menjadi salah satu penerjemah utamanya.


Diantara Syair-syair beliau yang terkenal adalah :

  1. Carilah Anggur Murni
  2. Pergilah Ke Pabrik Anggur
  3. Jika kau merindukan wajah-Nya
  4. Cahaya Cinta
  5. Pancaran Sinar Matahari
  6. Kesatuan Lisan dan Kata
  7. Buanglah Kegelapan Hati







diterjemahkan oleh : M.B.Z. El-Faaiz
dari kitab : Diwan-i Ghazal (dalam bahasa Farsi)



8.09.2011

Biografi Hakim Sanai

Share

Hakim Sanai

(1044? - 1150?)





Tidak banyak yang diketahui tentang Hakim Sanai, 
sering hanya disebut Sanai atau Sanai dari Ghazna. 
Sanai adalah salah satu penyair sufi terdahulu. Ia lahir di provinsi Ghazna Afghanistan selatan pada pertengahan abad ke-11 dan mungkin meninggal sekitar tahun 1150.

Jalaludin Rumi mengakui bahwa Sanai dan Attar (Faridudin Attar) sebagai dua inspirasi utama, 
Ia mengatakan, "Attar adalah jiwa dan Sanai dua mata, saya datang setelah Sanai dan Attar."

Sanai awalnya seorang penyair pengadilan yang terlibat dalam menulis pujian untuk Sultan dari Ghazna.

Cerita ini menceritakan bagaimana Sultan memutuskan untuk memimpin serangan militer terhadap India. sebagai penyair istana, Sanai dipanggil untuk bergabung dengan ekspedisi untuk merekam eksploitasi Sultan. Ketika Sanai sedang berjalan ke pengadilan, ia melewati taman yang tertutup yang sering dikunjungi oleh pemabuk terkenal bernama Lai Khur.

ketika Sanai lewat, ia mendengar Lai Khur tertawa keras menertawakan kebutaan Sultan yang meninggalkan keindahan alam Ghazna hanya demi menyerang India.
Sanai terkejut dan berhenti.
Lai Khur kemudian mengusulkan bersulang untuk kebutaan dari Sanai penyair muda yang terkenal itu.
dengan karunia yang diberikan Tuhan kepadanya, Lai Khur berkata bahwa Sanai seorang penyair terkenal  tidak pantas memuji kebodohan Sultan

Kata-kata ini seperti badai untuk Hakim Sanai, karena dia tahu itu benar. Ia meninggalkan hidupnya sebagai penyair istana yang dimanjakan, bahkan mengurungkan niat untuk menikah dengan adik Sultan sendiri, dan mulai belajar dengan seorang guru sufi yang bernama Yusuf Hamdani.

Sanai segera pergi berziarah ke Mekah. Ketika ia kembali, ia menyusun "Hadiqatu-l-Haqiqat" atau Taman berdinding Kebenaran. 
ada makna ganda dalam judul ini, dalam bahasa Persia, kata untuk taman berdinding adalah kata yang sama untuk surga, tetapi juga dari dalam taman bertembok yang dikatakan Lai Khur sebagai peringatan keras yang ditetapkan Hakim Sani dijalan kebijaksanaan.

Terjemahan oleh : M.B.Z.El-Faaiz

8.08.2011

Kisah Khwaja Abdullah Al-Anshari

Share

Khwaja Abdullah Ansari

(1006 - 1088)


Sheikh Abdullah Anshari Khwaja, Syekh Anshari Jabir bin 'Abdullah al-Anshari, 
juga dikenal sebagai Ansari Herat, 
karena beliau lahir di Herat, Afghanistan barat.
tidak banyak yang tahu tentang beliau.


Beberapa karya Syaikh Ansari 

termasuk Kashf al-Asrar "Tersingkapnya Rahasia" (Tafsir Al-Qur'an), 
al-Sufiyya Tabaquat (Para Generasi para sufi), 
"Munajat" (Doa Intim) yang dimasukkan ke dalam Kashf al-Asrar dan dalam Tabaqat tersebut.

Khwaja Abdullah Ansari wafat di Herat pada tahun 1088, 

dan pemakaman tempatnya di Herat masih merupakan tempat ziarah bagi ribuan Sufi di setiap tahunnya.


~ puisi-puisinya sebagai berikut :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites