LATAR BELAKANG
![]() | ||
| Muhammad Badr Zain Al-Faaiz |
Nama aslinya adalah Muhammad Badr Zain Al-Faaiz.
Ia dilahirkan di daerah terpencil di selatan kota Garut, Jawa Barat - Indonesia pada 07 Jully 1987.
Ia dilahirkan dari keluarga yang sederhana, bahkan bisa dikatakan serba kekurangan dari segi kehidupan finansialnya.
Orang tuanya bercerai sejak usianya 1 tahun, ayahnya meninggalkan ia dan ibunya dengan tidak meninggalkan harta sepeser pun. Alhasil, ibunya berjuang keras untuk menghidupinya dan perjuangan ibunya itu merupakan inspirasi buat perjalanan hidupnya kelak.
Sejak perceraan kedua orang tuanya, ia dibesarkan dan di didik oleh kakek dan neneknya dengan didikan yang tegas dan keras.
pernah suatu ketika ia tidak mendirikan shalat dluhur, dan tidak belajar ngaji ia dihukum oleh kakek dan pamannya dengan hukuman tidak diberi makan dan dicambuk dengan rotan, padahal usianya waktu itu masih 7 tahun.
Kakek dan pamannya itu bertujuan menanamkan sifat agar kelak Ia menjadi anak yang ta'at dalam menjalankan ajaran agama, dan menanamkan bahwa setiap pelanggaran itu pasti akan mendapatkan sanksi tegas.
Beranjak remaja, Ia menjalani kehidupan dengan beraneka ragam warna, Ia pernah terjerumus dalam gelapnya kehidupan.
misalnya ia pernah mendekam di penjara Rutan Kebon Waru Bandung, saat usianya masih 14 tahun.
dengan dakwaan sebagai otak demo anarkis gara-gara adanya praktek kristenisasi.
Ia pun pernah menjadi budak nafsu angkara, diantaranya : mencuri, mabuk-mabukan, bahkan menjadi pecandu narkoba.
Akibatnya, ia dibenci dan dikucilkan oleh masyarakat sekitarnya yang dikenal kental dengan kehidupan religius di kampung halamannya, bahkan keluarganya pun sangat kecewa padanya.
Padahal ia terkenal anak yang pandai secara akademisi di sekolah, dan di madrasah tempatnya belajar agama.
Di sekolahnya, ia selalu mendapatkan peringkat 1, dan menjadi idola setiap orang tua kala itu.
Tetapi kehidupan selanjutnya berkata lain, ia malah tumbuh menjadi sosok remaja yang nakal, arogan, dan keras kepala.
Akan tetapi, sebagaimana pepatah mengatakan : "roda itu akan selalu berputar, tidak akan selamanya diatas atau dibawah" suatu saat kehidupan pasti berubah karena sifat dari makhluk itu berubah-rubah, alias tidak ada yang tetap dalam satu tempat dan kesempatan.
Hal ini pun terjadi pada kehidupan dirinya. Berkat hidayah Allah, ia menemukan seberkas sinar cerah dalam hidupnya.
Ia berniat untuk memperbaiki dirinya dengan alasan yang ia ungkapkan dalam syair pendeknya :
"saat ini, aku hidup dalam gelap,
tapi aku tidak takut dan tidak malu hidup dalam kegelapan,
karena esok mentari pasti kembali,
bersinar menerangi derap langkahku."Melalui syair pendek ini, ia seolah ingin mengatakan bahwa : ia tidak ditakdirkan untuk menjadi sosok manusia yang membangkang pada Allah.
dengan tekad yang bulat, ia meninggalkan dunianya (saat itu, ia menjadi DJ di Bali).
dan pergi melakukan ziarah / silaturahmi kepada para Ulama, memohon do'a dan pembelajaran tentang agama.
Ia pun sempat bermukim belajar agama di madrasah (Pondok Pesantren), diantaranya : Ma'had Abu Bakar As-Shidiq Surabaya, Ma'had Minhaj As-Sunnah Magelang, Pondok Pesantren Az-Zuhry Semarang, Pondok Pesantren Miftahul-Huda Manonjaya Tasikmalaya, Nurul 'Arief Salam Tasikmalaya, dan Ma'had Al-Madienah Bandung, serta berguru secara interaktif kepada para Ulama di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Berbekal latar belakang pendidikan agama dari madzhab yang berbeda (Imam Syafi'i, Hanbali, Maliki, dan Hanafi), mempengaruhi pola fikirnya tentang agama Islam, hal itu lebih kepada toleransi pengamalan agama yang kerap menjadi khilfiyyah (perselisihan) yang terkadang menjadi pemicu perpecahan di kalangan umat.
walaupun secara pribadi ia adalah penganut madzhab Imam Syafi'i.
MENULIS ADALAH HOBBY / KEGEMARAN.
Menulis adalah hobby-nya sejak kecil semenjak usianya 10 tahun, papun pengalamannya pasti ia tuangkan dalam buku.
Pemuda yang TIDAK SUKA MEMAKAI CELANA PANJANG DAN KEMEJA LENGAN PANJANG ini, selalu membawa buku + pena kemanapun ia pergi.
Ia menulis apapun yang ia lihat dan ia rasakan, bahkan obrolan bersama temannya pun bisa menjadi inspirasi buatnya menulis.
diantaranya ia suka menulis puisi-puisi bertema cinta : kepada lawan jenis, kepada Allah, dan menterjemahkan sendiri syair-syair sufi, Artikel seputar Islam, kisah para Sufi, dll.
PUISI-PUISI ELANG TRESNANI
diantara puisi-puisi yang ia tulis dan sudah di posting di blog ini (sampai tanggal 25 Agustus jam 01.00 am) adalah sebagai berikut :
- Memikirkanmu
- Cintaku akan terus tumbuh untukmu
- Jutaan kali aku melihatmu
- Bisikan Angin Malam
- Rindu
- Malaikat di rembulan malam
- Hanya Engkau Yaa Allah
- Elang Tresnani
- Sebuah Puisi Tentang Islam
- Pelukan Hangat
- Cinta Sejati
- Dalam hati, pikir, dan jiwaku
- Selamat Ulang Tahun
- Rembulan malam
- Berharap kau ada disini
- Berharap mimpi termanis malam ini
- Aku merindukanmu, Ibu
- Menyukaimu
- Keinginanku
- Memimpikanmu
- Kepercayaan
- Hanya Bisikan
- Kebohonganku
- Tiada Kata
Itulah sedikit tentang perjalanan kehidupan seorang manusia lemah, naif, dan hina yang sedang berusaha meraih mimpi untuk menjadi manusia sejati sebagaimana yang telah digariskan oleh Allah Subhaanahu wa ta'aalaa.
semoga kisah ini bisa bermanfaat untuk pemilik kisah nyata ini, dan untuk para pembaca yang berkunjung ke blog ini.
Yang harus di ingat adalah :
"perjalanan awal kehidupan bukanlah penilaian utama,
karena yang menentukan adalah akhir dari sebuah kehidupan.
bagaimana kita bisa mengakhiri kehidupan kita
dengan sesuatu kebaikan (Husnul-Khotimah)".
Dan untuk mengenal lebih jauh secara pribadi pemilik kisah ini, silakan add akun facebook-nya yang bernama : Mas Elang Tresnani, atau akun-nya Muhammad Badr Zain Al-Faaiz.
"Allaahumma Tsabbit quluubanaa 'alaa dienika
wa 'alaa thoo'atika bi rohmatka yaa arhama-ar-raahimien".
"Yaa Allah, tetapkan dan teguhkanlah kami pada agama-Mu,
dan pada kepatuhan kepada-Mu dengan rahmat-Mu wahai Maha Menyayangi".aamien.
Biografi Ellang Tresnani (The Eagle of Love)


0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.