::..selamat datang di blog kecil ini, semoga setiap tulisan yang tersedia disini, bisa memberikan manfaat yang positif untuk kalian.. terimakasih atas kunjungannya..::


8.25.2011

Keindahan Hati

Share


 Karya : Jalaludin Rumi

     Keindahan hati
     adalah kecantikan abadi:
     bibirnya memberi minum
     air kehidupan.
     Sesungguhnya itu adalah air
     yang dituangkan,
     dan orang meminumnya.
     Semua tiga menjadi satu

     ketika kekuatanmu hancur.

     Kesatuanmu itu tidak dapat diketahui dengan pelaran.


Diterjemahkan oleh : 
dari kitab  Mathnawi II, 716-718

Lepaskan Kekhawatiran-mu

Share

Karya : Jalaludin Rumi

Lepaskan kekhawatiran-mu

dan jadikan hatimu benar-benar jelas,

seperti wajah cermin

yang tidak mengandung gambar.

Jika kau ingin cermin yang jelas,

lihatlah dirimu

dan melihat kebenaran dengan tanpa malu-malu,

yang mencerminkan cermin.

Jika logam dapat digosok

untuk dibersihkan seperti cermin,

apa mungkin memoles cermin

membutuhkan jantung?

Antara cermin dan jantung

ini perbedaan tunggal:

menyembunyikan rahasia hati,

sedangkan cermin tidak.


Diterjemahkan oleh :
dari kitab Diwani Syamsi Tabriz, XIII

Aku Bersumpah

Share


Karya : Jalaludin Rumi

Aku bersumpah, sejak melihat wajah-Mu,

seluruh dunia adalah penipuan dan fantasi

Taman yang bingung seperti daun atau bunga.

Yang terganggu oleh burung

yang tidak dapat memisahkan benih burung dari jerat.



Sebuah rumah cinta tanpa batas,

kehadiran lebih indah dari venus atau bulan,

keindahan yang mengisi gambar cermin hati.


Diterjemahkan oleh :
dari Kitab :
Diwani Syamsi Tabriz, XV

Semua Dalam Keabadian

Share


Semua dalam keabadian

Karya : Jalaludin Rumi

     Kecantikan memperkenalkan bentuk indah-Nya

     dalam kesendirian dari ketiadaan;

     Dia memegang cermin untuk Wajah-Nya

     dan memandangi keindahan-Nya sendiri.

     ia yang mengetahui dan diketahui,

     pelihat dan dilihat;

     tidak ada mata namun Dzat-Nya sendiri

     pernah memandang alam semesta ini.

    

     Setiap kualitas-Nya menemukan ekspresi:

     Keabadian menjadi bidang hijau Waktu dan Ruang;

     Cinta, taman yang memberi hidup dunia ini.

     Setiap cabang dan daun dan buah

     Mengungkapkan aspek kesempurnaan-Nya

     Mereka cemara memberikan sedikit keagungan-Nya,

     Bunga mawar memberi kabar keindahan-Nya.

    

     Setiap kali Kecantikan terlihat,

     Cinta juga ada;

     Setiap kali keindahan menunjukkan pipi kemerahan

     Cinta menyalakan api-Nya dari nyala api itu.

     Ketika keindahan tinggal di dalam lipatan gelap malam

     Cinta datang dan menemukan hati

    
     Kecantikan dan Cinta adalah sebagai tubuh dan jiwa.

     Kecantikan tambang, Cinta adalah berlian.

    

     Mereka telah bersama-sama

     sejak awal waktu-

     Berdampingan, langkah demi langkah.

Diterjemahkan oleh : 

Pecinta

Share


karya : Jalaludin Rumi
 
O pecinta, pecinta saatnya
untuk mengatur keluar dari dunia.
Aku mendengar drum di telinga jiwaku
datang dari kedalaman bintang-bintang.

Unta kami sedang bekerja;
kafilah sedang disiapkan.
dia meminta kita mengampuni mereka
untuk gangguan yang menyebabkan kita terganggu,
dia bertanya mengapa kita Wisatawan tertidur.

dimana-mana gumaman keberangkatan terdengar;
bintang-bintang, seperti lilin
dorong pada kami dari balik kerudung biru,
dan seolah-olah untuk membuat dataran tak terlihat,
orang yang menakjubkan telah datang sebagainya.


Diterjemahkan oleh :
dari kitab : Diwani Syamsi Tabriz

Saat Kebahagiaan

Share


Karya : Jalaludin Rumi




saat kebahagiaan,

kau dan aku duduk di beranda,

tampaknya dua, melainkan satu dalam jiwa, kau dan aku.

Kami merasa air kehidupan mengalir disini.

Kau dan aku, dengan keindahan taman

dan burung-burung bernyanyi.

Bintang-bintang akan mengamati kita,

dan kami akan menunjukkan kepada mereka

apa itu menjadi bulan sabit tipis.

Kau dan aku adalah satu jiwa yang selalu bersama,

acuh tak acuh terhadap spekulasi, kau dan aku.
 

seperti burung beo yang berkicau,

langit pun retak seperti gula yang renyah,

kita tertawa bersama : Kau dan aku.

Dalam salah satu bentuk di atas bumi ini,

dan dalam bentuk lain di tanah abadi yang indah.

Biografi Jalaludin Rumi

Share
Bagi sebagian kalangan khususnya pecinta syair, pecinta sastra dan kalangan sejarawan islam. Nama Jallaludin rumi’ pasti tidak asing lagi. Beliau adalah ulama’ besar, sufi dan juga seorang penyair. Bersama Syaikh Hisamuddin pula, Rumi mengembangkan Thariqat Maulawiyah atau Jalaliyah. Thariqat ini di Barat dikenal dengan nama The Whirling Dervishes (para Darwisy yang berputar-putar). Nama itu muncul karena para penganut thariqat ini melakukan tarian berputar-putar, yang diiringi oleh gendang dan suling, dalam dzikir mereka untuk mencapai ekstase. Atau yang sering kita sebut sebagai tarian Darwish. Selama 15 tahun terakhir masa hidupnya beliau berhasil menghasilkan himpunan syair yang besar dan mengagumkan yang diberi nama Masnawi. Buku ini terdiri dari enam jilid dan berisi 20.700 bait syair.

Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri (Jalaluddin Rumi) atau sering pula disebut dengan nama Rumi adalah seorang penyair sufi yang lahir di Balkh (sekarang Afganistan) pada tanggal 6 Rabiul Awwal tahun 604 Hijriah, atau tanggal 30 September 1207 Masehi. Ayahnya masih keturunan Abu Bakar, bernama Bahauddin Walad. Sedang ibunya berasal dari keluarga kerajaan Khwarazm. Ayah Rumi seorang cendekia yang saleh, mistikus yang berpandangan ke depan, seorang guru yang terkenal di Balkh. Saat Rumi berusia 3 tahun karena adanya bentrok di kerajaan maka keluarganya meninggalkan Balkh menuju Khorasan. Dari sana Rumi dibawa pindah ke Nishapur, tempat kelahiran penyair dan alhi matematika Omar Khayyam. Di kota ini Rumi bertemu dengan Attar yang meramalkan si bocah pengungsi ini kelak akan masyhur yang akan menyalakan api gairah Ketuhanan.

Kumpulan puisi Rumi yang terkenal bernama al-Matsnawi al-Maknawi konon adalah sebuah revolusi terhadap Ilmu Kalam yang kehilangan semangat dan kekuatannya. Isinya juga mengeritik langkah dan arahan filsafat yang cenderung melampaui batas, mengebiri perasaan dan mengkultuskan rasio.

Diakui, bahwa puisi Rumi memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan para sufi penyair lainnya. Melalui puisi-puisinya Rumi menyampaikan bahwa pemahaman atas dunia hanya mungkin didapat lewat cinta, bukan semata-mata lewat kerja fisik. Dalam puisinya Rumi juga menyampaikan bahwa Tuhan, sebagai satu-satunya tujuan, tidak ada yang menyamai.

Ciri khas lain yang membedakan puisi Rumi dengan karya sufi penyair lain adalah seringnya ia memulai puisinya dengan menggunakan kisah-kisah. Tapi hal ini bukan dimaksud ia ingin menulis puisi naratif. Kisah-kisah ini digunakan sebagai alat pernyataan pikiran dan ide.

Banyak dijumpai berbagai kisah dalam satu puisi Rumi yang tampaknya berlainan namun nyatanya memiliki kesejajaran makna simbolik. Beberapa tokoh sejarah yang ia tampilkan bukan dalam maksud kesejarahan, namun ia menampilkannya sebagai imaji-imaji simbolik. Tokoh-tokoh semisal Yusuf, Musa, Yakub, Isa dan lain-lain ia tampilkan sebagai lambang dari keindahan jiwa yang mencapai ma'rifat. Dan memang tokoh-tokoh tersebut terkenal sebagai pribadi yang diliputi oleh cinta Ilahi.

Tak ada makhluk hidup didunia ini yang kekal, dan semuanya pasti akan kembali kepada-Nya. Pada tanggal 5 Jumadil Akhir 672 H atau 17 Desember 1273 dalam usia 68 tahun Rumi dipanggil ke Rahmatullah. Tatkala jenazahnya hendak diberangkatkan, penduduk setempat berdesak-desakan ingin mengantarkan kepulangannya. Malam wafatnya beliau dikenal sebagai Sebul Arus (Malam Penyatuan). Sampai sekarang para pengikut Thariqat Maulawiyah masih memperingati tanggal itu sebagai hari wafatnya beliau.

TULISAN DI BATU NISAN JALALUDDIN AR-RUMI
Ketika kita mati, jangan cari pusara kita di bumi, tetapi carilah di hati manusia.


Salah satu Syair Jalalludin Rumi :

Mana yang lebih berharga
Kerumunan beribu orang atau kesendirian sejatimu?
Kebebasan atau kuasa atas seluruh negeri?
Sejenak, sendiri dalam bilikmu akan terbukti lebih berharga daripada segala hal lain yang mungkin kau terima

Oh Tuhan
Telah kutemukan cinta!
Betapa menakjubkan, betapa hebat, betapa indahnya!...
Kuhaturkan puja-puji
Bagi gairah yang bangkit
Dan menghiasi alam semesta ini
Maupun segala yang ada di dalamnya!

Ketika engkau merasa bergairah
Cari tahu sebabnya
Itulah tamu yang tak kan pernah kau salami dua kali

Adakalanya dengan tujuan menolong
Dia membuat kita sengsara
Tapi kepiluan hati
demi Dia
Membawa kebahagiaan
Senyum akan datang,
Sesudah air mata
Siapapun yang meramalkan ini adalah hamba yang diberkati Tuhan
Dimana pun air mengalir, hidup akan makmur
Dimana pun air mata berderai, Rahmat Ilahi diperlihatkan

Pilihlah cinta.
Ya, cinta!
Tanpa manisnya cinta,
Hidup ini adalah beban
Tentu engkau telah merasakannya

Hati yang kacau
Tak dapatkan kesenangan hidup
Dalam kebohongan.
Air dan minyak
Tak dapat menyalakan cahaya.
Hanya perkataan yang benar membawa kesenangan hidup
Kebenaran adalah umpan yang sangat memikat hati

Pergilah ke pangkuan Tuhan,
Dan Tuhan akan memelukmu dan menciummu, dan menunjukkan
Bahwa Ia tidak akan membiarkanmu lari dari Nya
Ia akan menyimpan hatimu dalam hati Nya
Siang dan malam

Kesabaranku mati pada malam ketika Cinta lahir!

Dari anggur cinta, Tuhan menciptaku!

Barang siapa menjadi mangsa cinta, mana mungkin dia menjadi mangsa Sang Maut?

Hari perpisahan lebih panjang daripada Hari kebangkitan
Dan maut lebih cantik daripada derita perpisahan

Aku boleh mati, tetapi gairahku kepada Mu tak kan pernah mati

Telah kupalingkan hatiku dari dunia dan segala kesenangannya
Kau dan hatiku bukanlah dua wujud yang berpisah
Dan tak pernah kelopak mataku menutup di dalam lelap
Kecuali kutemukan Kau antara mata dan bulu mataku

Mereka tahu pasti bahwa aku sedang jatuh cinta
Tetapi mereka tak tahu siapa yang kucintai

Hatiku mencintaimu sepanjang hidupku, dan ketika aku mati
Maka tulang-tulangku, kendati hancur, mencintai Mu dalam debu

Hari ini aku lupa sembahyang karena cintaku yang meluap-luap
Dan aku tak tahu lagi pagi atau malamkah sekarang
Karena ingatan pada Mu , wahai Tuhan, adalah makanan dan minumanku
Dan wajah Mu, saat aku melihat Nya, adalah obat penderitaanku

Aku adalah Dia yang kucintai dan
Dia yang kucintai adalah aku.


Referensi dari http://info-biografi.blogspot.com/2010/02/biografi-jallaludin-rumi.html

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites