Karya : Jalaludin Rumi
saat kebahagiaan,
kau dan aku duduk di beranda,
tampaknya dua, melainkan satu dalam jiwa, kau dan aku.
Kami merasa air kehidupan mengalir disini.
Kau dan aku, dengan keindahan taman
dan burung-burung bernyanyi.
Bintang-bintang akan mengamati kita,
dan kami akan menunjukkan kepada mereka
apa itu menjadi bulan sabit tipis.
Kau dan aku adalah satu jiwa yang selalu bersama,
acuh tak acuh terhadap spekulasi, kau dan aku.
seperti burung beo yang berkicau,
langit pun retak seperti gula yang renyah,
kita tertawa bersama : Kau dan aku.
Dalam salah satu bentuk di atas bumi ini,
dan dalam bentuk lain di tanah abadi yang indah.
Saat Kebahagiaan


0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.